Skip links

Mengubah Komitmen Iklim Menjadi Aksi Berbasis Kemitraan

Pada 12 Desember 2025, Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) bersama P4G dan ERIA menyelenggarakan Indonesia Business Matchmaking 2025 di Jakarta.

Acara ini mempertemukan lebih dari 70 peserta yang terdiri dari perwakilan korporasi, investor, pelaku usaha swasta, startup, ecosystem builders, serta instansi pemerintah. Dirancang sebagai ruang kolaborasi yang aplikatif, kegiatan ini menggabungkan sesi pembelajaran, diskusi strategis, dan pertemuan one-on-one terkurasi guna mendorong kemitraan yang mendukung agenda iklim dan pembangunan Indonesia.

Diskusi menegaskan adanya pergeseran penting dalam pendekatan dunia usaha terhadap inovasi iklim:

  • Evolusi corporate venturing
    Corporate venturing kini tidak lagi berfokus pada pendanaan semata. Model seperti venture-client, proyek percontohan (pilot), dan innovation lab semakin relevan karena memungkinkan pengujian solusi secara cepat dan adaptif.
  • Peran strategis proyek percontohan
    Bagi startup iklim, mendapatkan klien korporasi pertama sering kali sama pentingnya dengan pendanaan. Pilot project menjadi sarana validasi teknologi, mengurangi risiko, dan membuka jalan untuk replikasi dan skala yang lebih luas.
  • Kolaborasi untuk percepatan dekarbonisasi
    Kemitraan dengan startup memungkinkan perusahaan mempercepat siklus riset dan pengembangan, sekaligus mengakses teknologi inovatif yang dibutuhkan untuk mencapai target Net-Zero.
  • Kepercayaan dan keselarasan tujuan
    Transisi dari tahap uji coba menuju komersialisasi membutuhkan keselarasan sejak awal, khususnya terkait tujuan keberlanjutan, ekspektasi kinerja, dan nilai jangka panjang bagi semua pihak.

Inti kegiatan ini adalah sesi matchmaking one-on-one terkurasi, yang mempertemukan 15 startup iklim dari portofolio P4G dan ERIA dengan korporasi serta investor untuk mengeksplorasi peluang kolaborasi konkret.

Seiring upaya Indonesia mencapai target Net-Zero Emission pada 2060, kemitraan semacam ini tidak lagi bersifat opsional, melainkan menjadi fondasi utama. Bagi IBCSD, hal ini menegaskan peran kami sebagai penghubung dan fasilitator, yang mendukung dunia usaha untuk berkolaborasi, mengurangi risiko inovasi, dan mempercepat adopsi solusi berkelanjutan dengan dampak ekonomi dan lingkungan yang nyata.

Bersama para mitra, IBCSD berkomitmen untuk terus memperkuat platform kolaborasi yang mampu menerjemahkan ambisi keberlanjutan menjadi kemitraan yang dapat diimplementasikan, dengan mendorong inovasi, mempercepat aksi, dan menghasilkan dampak iklim yang terukur di Indonesia dan kawasan ASEAN.

To personalize your experience, this website uses cookies. Read about our Privacy Policy.
Explore
Drag